Limbah K. Sawit
INDUSTRI KELAPA SAWIT
Ada dua tahap pengolahan kelapa sawit. Tahap pertama pengolahan kelapa sawit dari buah kelapa sawit yang menghasilkan minyak kelapa sawit, inti kelapa sawit, serat kelapa sawit dan Lumpur kelapa sawit. Tahap kedua adalah pengolahan inti kelapa sawit yang akan menghasilkan minyak inti kelapa sawit dan bungkil kelapa sawit.
tiga jenis limbah industri kelapa sawit yang dapat dimanfaatkan oleh ternak adalah bungkil kelapa sawit, Lumpur kelapa sawit dan serat kelapa sawit. Angka konversi dari Lumpur sawit adalah 30% dan serat 20%. Sedangkan bungkil inti sawit 40-60% dari inti.
Komposisi bungkil kelapa sawit sangat bervariasi dalam kandungan serat kasar dan lemak kasar, tergantung pada cara pengolahan dan bahan baku yang dipakai. Dibandingkan dengan bungkil kelapa sawit mempunyai kadar protein yang lebih rendah. Kadar asam amino yang menjadi factor pembatas adalah metionin, sedangkan keseimbangan asam amino lain cukup baik.
Bungkil kelapa sawit bisa diberikan sebanyak 20% pada unggas dan babi, dan 30-40% pada ruminansia serat kelapa sawit mengandung kadar serat kasar yang tinggi sehingga hanya dapat digunakan untuk ransum ternak ruminansia. Serat kelapa sawit dapat diberikan pada ruminansia sebanyak 15-35% dari ransum.



