Pupuk Organik

August 16th, 2010

 CisaruafarmDairy Educational TourPenyediaan & Penjualan Pupuk Organik (Kompos)Penyediaan & Penjualan Pakan Ternak Sapi PerahPenyediaan & Penjualan Susu Pasteurisasi

Penanganan Limbah Sapi (Kompos/ Pupuk Organik)

Dalam Perusahaan CV.Cisarua Integrated Farming ini memanfaatkan limbah sapi yang berupa kotoran atau feses dan air seni diolah menjadi kompos atau pupuk organik yang sangat berguna bagi tanaman hias maupun tanaman buah dan ini sangat membantu Pemerintah dalam menangulangi pencemaran lingkungan hasil limbah kotoran sapi tersebut. Arti dari pengkomposan adalah proses penguraian limbah padat organik menjadi materi yang stabil oleh mikroorganisma dalam kondisi terkendali. Proses penguraian tersebut dilakukan oleh konsorsium mikroorganisma, jasad renik yang kasat mata. Mikroorganisma yang bekerja merupakan organisme yang memerlukan udara/ oksigen sehingga tidak timbul bau yang menyengat. Untuk mengoptimalkan kerja mikroorganisma tersebut diperlukan beberapa pengendalian antara lain pengendalian terhadap kelembaban, aerasi, dan temperatur untuk menghindari terjadinya proses yang dapat menimbulkan bau busuk.

Limbah padat organik biasanya mengandung berbagai mikroorganisma yang mampu melakukan proses pengkomposan. Ketika limbah organik dipaparkan di udara dan kandungan airnya sesuai, maka mikroorganisma mulai bekerja. selain oksigen dari udara dan air, mikroorganisma memerlukan pasokan makan yang mengandung karbon dan unsur hara seperti nitrogen, fosfor dan kalium untuk pertumbuhan dan reproduksi mereka. Kebutuhan makanan tersebut disediakan oleh limbah organik . Mikroorganisma kemudian melepaskan karbondioksida, air dan energi dan berkembang biak.

Energi dilepaskan sebagai panas. Akibat dari Energi yang dilepaskan, tumpukan bahan yang dikomposkan akan melewati tahap penghangatan. Pada minggu pertama dan kedua proses pengomposan, energi panas yang dilepaskan oleh bakteri termofilik dapat mengakibatkan suhu tumpukan kompos mencapai 70 derajat celcius. Kemudian sejalan dengan waktu suhu kompos akan menurun karena aktivitas mikroorganisme termofilik mulai menurun dan digantikan oleh mikroorganisme mesotilik. Penurunan suhu pada akhir minggu ke-enam biasanya telah mencapai 40 derajat celcius dan kompos sudah dapat dipanen. Tempat yang digunakan adalah ruangan terbuka yang beratap lantai, proses aerasinya alamiah dan pembuatan tumpukannya dibuat memanjang dengan ukuran yang tertentu. Untuk mengendalikan proses tersebut, setiap waktu tertentu tumpukan dibalik dan disiram dengan air seperlunya.

Faktor yang Mempengaruhi Proses Pengkomposan

Pengkomposan merupakan proses biologis yang berkecepatan prosesnya berbanding lurus dengan kecepatan aktivitas mikroba dalam medekomposisi limbah organik. Sedangkan kecepatan aktivitas mikroba sangat tergantung pada faktor lingkungan yang mendukung kehidupannya. Jika kondisi lingkungan mulai mendekati kondisi optimum yang dibutuhkan oleh mikroba maka aktivitas mikroba semakin tinggi sehingga proses pengkomposan semakin cepat. Begitupula sebaliknya apabila kondisi lingkungan semakin jauh dari kondisi optimumnya maka kecepatan proses dekomposisinya semakin lambat atau bahkan berhenti sama sekali. Oleh karena itu faktor lingkungan pendukung kehidupan mikroba merupakan kunci keberhasilan prose pengkomposan. Faktor-faktor lingkungan tersebut adalah : kadar air, rasio C/N, pH, dan aerasi. Kadar air yang ideal pada limbah padat yang dikomposkan adalah antara 50-60% dengan nilai optimal 55%. Pada proses pengkomposan rasio C/N yang ideal adalah 20-40% dengan kondisi terbaik 30%. Setelah proses pengkomposan selesai. rasio C/N biasanya antara 10-20. Derajat keasaman (pH) sebaiknya dipertahankan untuk tidak melewati 8,5. Proses pengkomposan akan menyebabkan tingkat keasaman mendekati netral yaitu antara pH 6-8,5. Untuk tumpukan dengan aerasi alami, tingginya 1,5 m dan lebar 2,5 dengan panjang tergantung dari tempat pengkomposan. Ukuran partikel yang baik yaitu antara 10 sampai 50 mm. Paling sedikit 50% dari oksigen didalam udara dapat mencapai seluruh bagian limbah padat yang dikomposkan.

Produk CIF Pupuk Organik Berkualitas

Dengan populasi sapi perah yang besar, menghasilkan kotoran (feses) sapi yang banyak pula dari hasil kotoran sapi tersebut Cisarua Integrated Farming memanfaatkan kotoran sapi tersebut dan dengan tambahan sampah pakan hijauan menjadi Kompos atau Pupuk Organik. Sampai saat ini kapasitas produksi pupuk kami sudah mencapai 5 ton per hari. Pupuk Organik ini diproses dengan cara DEKOMPOSISI yaitu proses pengubahan limbah organik menjadi pupuk organik melalui aktivitas biologis pada kondisi terkontrol. Proses DEKOMPOSISI memakan waktu 5 minggu dengan suhu mencapai kurang lebih 70 derajat C yang memberikan manfaat memperbaiki kesuburan tanah secara kimia, fisika dan biologi. Secara kimia bahan ini dapat menambah unsur hara, meningkatkan pH tanah dan kapasitas tukar kation, menurunkan fiksasi unsur P dalam tanah seperti Ion Fe dan AI, meningkatkan daya sanggah tanah dan membantu proses penghancuran serta perubahan mineral tanah kearah yang lebih baik.

Secara Fisik berperan dalam memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas menahan air dan memperbaiki infiltrasi tanah sehingga aerasi menjadi lebih baik. Secara biolagis bahan ini berperan dalam merangsang dan mengaktifkan miroorganisme, meningkatkan efisiensi fotosintesis, menambah enzim dan zat pemacu pertumbuhan.

ANALISA LABORATORIUM :

  • Bahan Organik = 81,5%
  • N = 1,7%
  • CEC > 75 meq/ 100g
  • P2O5 = 1,7%
  • K2O = 1,91%
  • CaO = 3%
  • Dan Unsur Hara Mikro.

KEUNGGULAN & MANFAAT:

  • Bebas dari biji tanaman liar (Gulma), bakteri pathogen, phytotoxin serta parasit dan telur-telurnya.
  • Meningkatkan populasi mikrobia tanah sehingga struktur tanah tetap gembur.
  • Memperbaiki derajat keasaman (pH) tanah.
  • Tidak berbau dan mudah digunakan.
  • Menyediakan unsur hara yang seimbang dalam tanah.
  • Menambah daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.

DOSIS & CARA PEMAKAIAN :

  • Tanaman hias & pembibitan, 1/3 Media (Tanah) : 1/3 Sekam.
  • Hortikultura, 2 – 2,5 Ton/ Ha diberikan pada saat tanam dengan sistem larikan atau sekitar tanaman.
  • Perkebunan, 2,5 – 5 kg/ pohon diberikan sekitar perakaran.
  • Padi, 1 – 2 ton/ Ha diberikan sebelum tanam (setelah pengolahan tanah) dengan cara ditabur. Bisa ditaburi sampai usia padi 20-25 hari.

Pupuk Organik/ Kompos ini telah terdaftar di Departemen Pertanian dengan :

  • Nama Dagang : CIF
  • Nomor Pendaftaran : P 083 / ORGANIK / BSP / VI / 2005

Untuk Melihat Analisa CIF Compost :
Click Here
 CisaruafarmDairy Educational TourPenyediaan & Penjualan Pupuk Organik (Kompos)Penyediaan & Penjualan Pakan Ternak Sapi PerahPenyediaan & Penjualan Susu Pasteurisasi

Comments are closed.